Desa Penglipuran Bali – Sejarah dan Keunikan Desa Adat Bali

Category : bali timur, desa adat, tempat wisata
Desa Penglipuran Bali – Sejarah dan Keunikan Desa Adat Baliby siroton.Desa Penglipuran Bali – Sejarah dan Keunikan Desa Adat BaliHai semua, kembali lagi nih di blog saya menujubali.com. Nah kali ini saya ingin berbagi artikel tentang Desa Penglipuran Bali yang mana menjadi salah satu desa adat di Bali yang memiliki keunikan dan keindahan yang membuat Anda akan merasa takjub. Desa adat Penglipuran ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar negeri. […]

Hai semua, kembali lagi nih di blog saya menujubali.com. Nah kali ini saya ingin berbagi artikel tentang Desa Penglipuran Bali yang mana menjadi salah satu desa adat di Bali yang memiliki keunikan dan keindahan yang membuat Anda akan merasa takjub.

Desa adat Penglipuran ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar negeri. Tujuan utamanya adalah untuk lebih mengerti kebudayaan Bali secara utuh, hal itu karena desa adat ini sangat kental sekali dengan budaya-budaya Bali.

Bagi yang sudah bosan dengan tempat liburan di Bali seperti pantai atau wisata alamnya, desa Penglipuran Bali ini bisa Anda jadikan solusi untuk menghilangkan kebosanan Anda, karena setelah sampai disana Anda akan langsung disambut dengan suasana yang tenang dan nyaman, serta kearifan lokalnya yang sangat ramah dan tamah.

Penasaran seperti apa keunikan Desa Penglipuran Bali ini? Simak ulasan saya dibawah ini…

Baca juga : Keindahan Wisata Bali Timur

Sejarah Desa Penglipuran

Keindahan Desa Penglipuran Bali
Sebelum membahas lebih jauh, kita simak terlebih dulu sejarah desa penglipuran. Berikut pemaparannya :
Menurut penduduk setempat, kata penglipuran sendiri diambil dari kata Pengeling Pura yang artinya tempat suci untuk mengenang para leluhur. Ya masyarakat disana memang sangat menjunjung tinggi amanat dari para leluhur-leluhurnya dulu. Ciri khas yang sangat nampak dari desa ini yaitu arsitektur bangunan tradisional yang rata-rata memiliki bentuk yang sama yaitu bentuk atap dan juga tata letak ruangan.
Mungkin tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan sesama warga sehingga kebersamaan mereka tetap terjaga, selain itu mereka juga memiliki konsep berpadu dengan suasanan alam.
Desa Penglipuran adalah salah satu desa adat yang ada di Bali yang berlokasi di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli yang telah mendapat penghargaan kalpataru dari pemerintah. Pengertian kalpataru sendiri adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.
Selain mendapat penghargaan kalpataru, Desa ini juga mendapat predikat sebagai desa wisata oleh pemerintah Kabupaten Bangli pada tahun 1955, semenjak itulah desa ini mulai banyak dikunjungi oleh para wisatawan hingga sekarang ini.
Suasanan Bali sangat kental sekali di Desa Penglipuran ini. Kerukunan, kebersamaan dan keramahan penduduk lokal membuat para pengunjung merasa nyaman ketika berada di Desa ini. Para penduduk juga tidak keberatan untuk membantu para pengunjung.
Jika Anda berada di desa ini, Anda akan disuguhi suasana yang sejuk, bersih dan juga rapi. Walaupun bangunan-bangunan yang ada disana dibuat dengan tradisional, tetapi penduduk setempat sangat menjaga kebersihan desa mereka.

Keunikan Desa Penglipuran Bali

Keunikan Desa Penglipuran Bali

Hal unik dari desa Penglipuran ini adalah tata kelola ruang desa yang sangat terlihat. Dibagian utara terdapat pura Penataran yang letaknya lebih tinggi dari rumah adat mereka. Sedangkan bagian tengah desa ini terdapat rumah-rumah penduduk.

Desa Wisata ini memiliki luas 112 hektar yang mana 40% digunakan sebagai lahan untuk hutan bambu. Desa tersebut dihuni sekitar 226 keluarga yang kebanyakan berprofesi sebagai petani, pengrajin bambu dan berternak.
Terdapat lahan bambu yang sangat luas, meskipun begitu, penduduk tidak boleh sembarangan dalam menebang pohon bambu tersebut, harus meminta izin kepada tokoh masyarakat sekitar.
Wisata Desa Penglipuran Bali
Selain memiliki budaya menghormati antar sesama, desa ini juga menjunjung tinggi keberadaan wanita. Ya disana terdapat aturan yang melarang suami untuk menikah lebih dari satu atau poligami. Jika seorang laki-laki ketahuan berpoligami maka akan mendapat sanksi beruba dikucilkan.
Desa ini juga memiliki budaya hukuman untuk pencurian, bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum untuk memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka. Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri, tentunya akan membuat efek malu.

Lokasi Desa Adat Penglipuran Bali dan Tiket

Lokasi desa Penglipuran Bali ini di Jalan Penglipuran, Desa Kubu, Bangli, Kec. Bangli, Bali. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat peta lokasi dibawah ini :

Suasanan di Desa ini masih sangat alami sekali. Kondisi yang bersih serta bebas dari polusi membuat para pengunjung betah berlama-lama berada di desa Penglipuran Bali. Kendaraan bermotor tidak diperbolehkan untuk masuk ke desa ini. Jadi bagi para pengunjung harus memarkirkan kendaraanya di lahan parkir yang sudah tersedia dan untuk masuk ke dalam harus berjalan kaki.
Untuk masuk Anda akan dikenai biaya sebesar Rp.10.000/anak dan Rp.15.000/orang dewasa. Harga sewaktu-waktu dapat berubah, jadi silahkan dicek terlebih dahulu.
Oke saya rasa sekian artikel saya mengenai desa Penglipuran Bali, semoga bermanfaat dan selamat berlibur.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply