Menikmati Desa Trunyan – Sebuah Desa Adat Bali

Category : desa adat, tempat wisata
Menikmati Desa Trunyan – Sebuah Desa Adat Baliby siroton.Menikmati Desa Trunyan – Sebuah Desa Adat BaliDesa Trunyan – Kembali lagi ke blog saya, menujubali.com. Kali ini kita membahas kembali tentang Desa Adat Bali. Masyarakat Bali memiliki kebudayaan yang sangat banyak. Ada masyarakat asli Bali, dan juga banyak pendatang, terutama dari Jawa. Dan kali ini kita akan membahas sebuah desa yang masih sangat menjaga adat istiadat dari dahulu, Namanya adalah desa […]

Desa Trunyan – Kembali lagi ke blog saya, menujubali.com. Kali ini kita membahas kembali tentang Desa Adat Bali. Masyarakat Bali memiliki kebudayaan yang sangat banyak. Ada masyarakat asli Bali, dan juga banyak pendatang, terutama dari Jawa. Dan kali ini kita akan membahas sebuah desa yang masih sangat menjaga adat istiadat dari dahulu, Namanya adalah desa Trunyan.

 

Desa Adat Bali

Masyarakat desa adat bali di desa Trunyan tersebut bermukim orang-orang yang pertama kali tinggal di Bali. Umumnya mereka dikenal dengan sebutan Bali Mula atau Bali Asli. Tak jarang ada yang menyebutnya Bali Aga. Bali Aga merupakan orang-orang mendiami Bali sebelum orang-orang Jawa melakukan migrasi ke pulau Bali. Pada awalnya Bali Aga memiliki kepercayaan animisme hingga akhirnya terpengaruh agama Hindu yang dibawa oleh orang Jawa pada abad ke-2 hingga ke-8 Masehi. Orang-orang jawa ini merupakan keturunan dari pendatang di masa Majapahit dan kerajaan Jawa kuno yang lain. Para orang Jawa yang mendiami Bali ini mendapat sebutan Bali Jawa atau Bali Arya.

pemakaman oleh bali aryaPara Bali Aga memberikan warna tersendiri pada budaya Bali. Perbedaan paling mencolok antara Bali Aga dengan dengan Bali Arya terlihat dari cara pemakaman yang mereka lakukan. Jika Bali Arya melakukan upacara kematian dengan membakar mayat, para Bali Aga justru mengubur mayat sebagai upacara kematian. Mari kita bahas satu persatu ketiga desa tersebut.

Yuk, simak ulasan Desa Adat Bali dari kita berikut ini :

 

Desa Trunyan

Desa Adat Bali Desa Trunyan

Desa_Trunyan_Bali di tepi danau baturDesa Tunyan adalah desa adat yang terkenal dengan pemakamannya. Di desa ini mayat dibiarkan hingga membusuk di permukaan tanah dangkal berbentuk cekungan panjang tanpa dikubur atau pun dibakar. Selanjutnya mayat tersebut hanya dipagari anyaman bambu yang disebut dengan Ancak Saji. Uniknya mayat-mayat tersebut tidak menimbulkan bau busuk.

pemakaman di desa trunyanDi desa ini terdapat tiga pemakaman untuk kematian yang berbeda. Jenazah yang meninggal secara wajar akan ditutupi dengan kain putih kemudian diupacarai. Selanjutnya mayat diletakkan di bawah pohon besar bernamaTaru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Konon pohon inilah yang menyebabkan mayat di sini tidak berbau busuk karena pohon tersebut telah mengeluarkan bau harum. Taru berarti pohon sedangkan Menyan berarti harum. Dan nama pohon inilah yang menjadi dasar penamaan desa ini.pohon taru menyan

Pemakaman Sema Bantas diperuntukkan bagi mayat yang penyebab kematiannya tidak wajar, seperti kematian karena kecelakaan, bunuh diri, atau pun dibunuh. Sedangkan Sema Muda diperuntukkan bagi mayat bayi, anak kecil, orang dewasa yang belum menikah. Selain pemakamannya yang unik, desa ini menawarkan wisata gunung batur yang merupakan geopark di Indonesia dan danau batur yang berada di pinggir desa ini.

 

Baca Juga :

6 Aktivitas Seru Wisata Anak Di Bali Bersama Keluarga
9 Tempat Belanja Di Bali Yang Wajib Di Kunjungi
Pantai Nusa Dua Bali, Pasir Putih nan Bersih Favorit Para Petinggi Dunia
Pura Ulun Danu Bratan, Wisata Pura Bernuansa Danau
Ini Dia, 6 Spot Terbaik Melihat Sunrise di Pulau Bali !!

Author: 

Related Posts

Leave a Reply